Bismillah
Di zaman ini memakai kostum sepakbola biasanya tidak lepas dari perkara berikut:
-Pengagungan terhadap orang fâsiq, bahkan kafir.
-Pengagungan terhadap simbol-simbol kekafiran seperti salib.
-Menyerupai mereka dalam penampilan lahir yang bisa membawa kita untuk mengikuti perkara batin mereka (akidah)
-Tolong menolong dalam dosa dan maksiat . Banyak klub sepakbola yang disponsori rumah judi, bank, pabrik bir dan sebagainya. Nama perusahaan maksiat ini biasanya disematkan di sematkan di seragam klub.
-Menghilangkan sekat wala` dan bara` dengan mencintai orang yang seharusnya dibenci karena agama.
-Salah satu unsur ini sudah cukup untuk membuat hukum mengenakannya menjadi haram, dan biasanya terkumpul lebih dari satu unsur haram dalam satu kasus.
Hukum jual beli kostum sepakbola terbangun di atas hukum memakainya. Jika hukum memakainya tidak boleh karena unsur di atas atau unsur haram yang lain, berarti tidak boleh menjualnya.
Larisnya pakaian yang tidak lepas dari unsur haram ini adalah ujian bagi para pedagang Muslim. Pedagang Muslim memang tidak sebebas yang lain dalam berdagang. Mereka harus ingat bahwa dunia adalah penjara bagi mereka dan surga bagi orang-orang kafir.
Namun saat seorang pedagang Muslim meninggalkan perniagaan yang haram karena Allâh Azza wa Jalla, pasti Allâh Azza wa Jalla akan menggantinya dengan yang lebih baik. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sungguh tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allâh, melainkan Allâh akan memberimu yang lebih baik. [HR Ahmad no. 20746 dengan sanad shahih]
Masih ada banyak bidang perniagaan yang bisa digeluti seorang Muslim, termasuk bisnis kostum olah raga, misalnya menjual kostum yang hanya menampilkan merk dagang, tanpa salib dan nama pemain fâsiq atau kafir.
Pedagang Muslim harus berorientasi akhirat. Saat menjalani bisnis sesuai tuntunan syariat, kita telah meringankan tanggung jawab akhirat kita, dan sebelum itu akan mengenyam manisnya iman di dunia. Apalah artinya bisnis yang menggurita dan keuntungan yang besar, jika itu hanya memperberat tanggung jawab diakhirat dan membuat kita resah di dunia.
✍🏼 Ustadz Anas Burhanuddin MA
Source: almanhajorid

Posting Komentar untuk "Larangan mengidolakan orang kafir"