Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.
[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?”
Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan.
Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq 'alaih] [1]
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.
Jawaban.
” Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.
[1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.” Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.
فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ
“Artinya : ….Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,….”[Al Baqarah : 258]
Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
“Artinya :
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah
Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia
berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu
persekutukan.’”[Al-An'am : 78]
Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ
“Artinya :
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka
berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka
ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua
itu….” [Al-Kahfi : 17]
Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya (matahari)”.
Begitu pula
bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa
dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan
dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.
[4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
“Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”[Al-Anbiya' : 33]
Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata: “Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً
“Artinya : ….Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,…”[Al-A'raf : 54]
Allah
menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak
dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.
[6]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanخَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ
“Artinya :
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia
menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan
menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu
yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
[Az Zumar : 5]
FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi.
Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”.
Dan firman-Nya: “matahari dan bulan, semuanya berjalan”,
menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan
keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan),
karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya
daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
[7]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا
“Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya,”[Asy-Syam : 1-2]
Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. Dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi.
Seandainya
bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi
matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan
kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.
[8]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanوَآيَةٌ لَّهُمْ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
“Artinya :
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam;
Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka
berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya.
Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah
Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia
sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang
tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak
dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa-Siin : 37-40]
Penyandaran
kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai
kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan
bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang
mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu).
Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut.
Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan.
Peniadaan
bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan
pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.
[9]. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.“Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?”
Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan.
Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq 'alaih] [1]
PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangatlah
jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi
bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.
[10].
Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada
matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak
kepada bumi.”
Boleh jadi
disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang,
namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya
maksudkan. Wallahu Muwaffiq.”
[Disalin
dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi
Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159 (sumber: almanhaj.or.id)
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159 (sumber: almanhaj.or.id)
Untuk pembahasan masalah ini sudah di jelaskan oleh Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf , dalam buku beliau “Matahari Mengelilingi Bumi Sebuah Kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah”. selengkapnya silakan klik Disinisumber : http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/10/09/apakah-matahari-berputar-mengelilingi-bumi/