Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik

1 min read
Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik
Ada beberapa kiat agar kita dapat meninggalkan kebiasaan mendengarkan lagu dan musik, diantara kiat tersebut adalah:1. Bertaubat kepada Allah dengan taubat yang ikhlas, jujur dan benar. 2. Berdoa kepada Allah agar diberikan taufik dan kemudahan untuk meninggalkan lagu dan musik.
3. Menjauhkan diri untuk tidak mendengarkan lagu dan musik, baik yang dimainkan di radio, televisi maupun dari selain keduanya, terlebih lagi lagu-lagu yang cabul dan diiringi musik.
4. Dalam Islam tidak ada istilah hobi kepada sesuatu yang mengandung dosa dan maksiat. Hobi harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari’at dan tidak boleh melanggar syariat.
5. Lawan terbesar dari lagu dan musik adalah dzikrullah (berdzikir kepada Allah). Membaca al-Qur’an terutama membaca surat al-Baqarah, berdasarkan sabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:
“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah di dalamnya.” [Shahih: HR.Muslim no.780 dari Shahabat Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-].
6. Membaca Sirah Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan kepribadian beliau serta membaca kisah-kisah para Shahabat -radhiyallahu ‘anhum-.
7. Ingatlah bahwa bernyanyi dan main musik tidak ada manfaatnya begitu pula mendengarkannya. Semua itu adalah perbuatan sia-sia. Sifat orang yang beriman adalah meninggalkan hal yang sia-sia.
8. Berteman dengan orang-orang yang shalih.
Sebab, teman yang shalih akan senantiasa mengajak kepada ketaatan kepada Allah Ta’ala dan melarang dari berbuat maksiat kepada Allah Ta’ala. Selain itu, agama seseorang tergantung dari agama sahabat karibnya, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Seseorang itu tergantung pada agama teman karibnya. Maka hendaklah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa itu bersahabat karib.” [Hasan: HR.Ahmad (II/303; 334), Abu Dawud (no.4833), dan at-Tirmidzi (no.2378)
Sumber: Disalin dari buku Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid Menurut Syariat Islam, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas -hafizhahullah-, Pustaka at Taqwa, Hal.111-113
Iam moslem.. Pengagum Rasulullah shalallahu alahi wasallam

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • meyakini keberadaan jin atau setan merupakan bagian dari ajaran agama Islam yang mulia ini. Alam mereka (para jin) sama sekali berbeda dengan alam manusia meskipun keduanya dic…
  • Oleh Ustadz Ali Musri Semjan Putra Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, Rabb semesta alam. Tiada yang berhak diibadahi kecuali Dia semata, yang telah mengutus para rasul dan …
  • Pertanyaan. 1. Di masyarakat, banyak pelaksanaan walimah. Ada walimah haji, walimah khitan, walimah (wanita) hamil (7 bulan) dan lain-lain. Tolong sebutkan yang lain! 2. Tolon…
  • 1. Hendak makan عن أبي حفص عمر بن أبي سلمة عبد الله بن عبد الأسد قال : كنت غلاما في حجر رسول الله صلى الله عليه وسلم وكانت يدي تطيش في الصفحة , فقال رسول الله صلى الله عليه وسل…
  • Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc Ibnu Hibban rahimaullah berkata: telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Sufyan, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bakar b…
  • Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kita sering menemukan sebagian da’i memiliki perhatian terhadap …

Posting Komentar